'Perumnas' Singapura Pasang Harga Rumah Rp 2 Miliar

Laporan dari Singapura

'Perumnas' Singapura Pasang Harga Rumah Rp 2 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 21 Jun 2012 10:02 WIB
Perumnas Singapura Pasang Harga Rumah Rp 2 Miliar
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Singapura - Tak salah jika banyak anggapan Singapura sebagai kota, sekaligus negara yang mahal. Rumah warga asli Singapura saja diketahui berharga Rp 2 miliar.

Demikian disampaikan Sekjen International Real Estate Federation (FIABCI) untuk Asia Pasifik, Rusmin Lawin, di sela acara Media Group REI Properti Visit di Singapura, Rabu (20/6/2012) malam.

"Harga Perumnas disini Rp 2 miliar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusmin menambahkan, harga ini mengambil acuan Rp 325 juta per m2 rumah. Meski tergolong mahal (dibandingkan Indonesia), seluruh orang Singapura dapat memiliki rumah.

"Jadi saat kita berdiri ini, harganya Rp 325 juta (1 meter)," ucapnya.

Pemerintah setempat terbukti berhasil mengelola tempat tinggal warganya. Padahal 40 tahun lalu muncul ledakan penduduk, dibarengi oleh buruknya infrastruktur.

Pendirian Urban Redevelopment Authority (URA) menjadi titik tolak keberhasilan infrastruktur dan properti di sana. Kini, Singapura menjadi pusat bisnis internasional.

URA bekerja sebagai badan perencanaan penggunaan lahan dan pemberi otoritas konservasi. Misinya menjadikan Singapura kota besar untuk tempat tinggal, bekerja dan bermain.

Melalui lembaga terkait, orang Singapura berhak mendapat hunian vertikal dengan luas sesuai keinginan dan jumlah dana yang mereka miliki. Tidak harus membayar tunai, orang Singapura bisa mencicil melalui KPR dengan bunga ringan, 2% saja.

"Seluruh tanah milik negara, namun diisinya punya warga. Di dalamnya bisa diubah-ubah sesuai keinginan," tuturnya.

Untuk mencegah spekulasi lebih tinggi, pemerintah setempat juga melarang penjualan rumah sebelum usia tinggal empat tahun. "Jika tetap dijual, pada tahun pertama akan ada pajak tinggi, 16%," imbuh Deputy General Manager Far East Organization, Tommy William kemarin.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads