Seiring majunya bisnis di luar Jakarta dan dukungan maskapai penerbangan membuka rute baru ke daerah, bisnis perhotelan makin menjanjikan meski terdapat pula kekhawatiran 'jenuh' pada beberapa wilayah.
"Sekarang kita banyak ke kota kecil, karena maskapai seperti Garuda (Indonesia) membeli pesawat kecil sehingga membuka hub baru. Maka ekonomi baru akan terbentuk. Ujung-ujungnya membutuhkan akomodasi, makanan atau minuman," kata Corporate Director of Sales, Best Western International Area Development Office Indonesia, Bina Sembiring saat berbincang dengan detikFinance, Senin (9/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti Samarinda, kota batubara dan menjadi kota yang pesat meski belum ada penerbangan langsung, harus melalui Balikpapan," tambahnya.
Bina mencontohkan, Best Western tidak berhenti berekspansi. Di 2012, pihaknya berencana membuka lima hotel baru, tiga diantaranya berlokasi di Bali. Sisanya akan berdiri di Jakarta dan Solo.
"Best Western di semester I ini baru buka tiga hotel. Sampai dengan 2013 kita bangun sekitar 20 hotel. Ini melanjutkan penambahan yang sudah kami lakukan 2010 di Cawang, Serpong, dan Jembatan Tiga untuk Jakarta. Kemudian Banjarmasin, Semarang, Makassar, dan Bali," paparnya.
Tarif hotel setiap tahun pun mengalami kenaikan yang besarnya mengikuti inflasi. "Kenaikan pasti ada, namun tidak akan besar. Kita di 2011 cuma naik 7% meski inflasi sekitar 10%-12%," ujarnya.
Bisnis hotel, menurutnya menjanjikan dan tingkat pengembalian investasi lebih cepat dibandingkan jenis properti lain. Ini terlihat dari makin banyaknya investor melirik bisnis penyewaan kamar ini.
"Peningkatan investor tinggi, nggak bingung (investasi) yang duitnya cepat balik. Apalagi kalau bukan jasa, travel, airlines. Dan orang perlu tempat tinggi, transportasi," pungkasnya.
Ekspansi luar Jawa juga dilakukan PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk. Terakhir manajemen mengumumkan pembangunan hotel baru di Makassar dengan menggandeng mitra lokal.
Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), jumlah wisatawan yang datang ke Makassar terus meningkat.
Pada 2011 wisatawan domestik mencapai 3 juta orang atau naik 32% dari periode sebelumnya. Sedangkan Wisman 32.385 orang atau meningkat 15%. Sementara jumlah kamar yang tersedia di Makassar hanya 6.500 unit dan tersebar pada 196 hotel.
(wep/dnl)











































