Profil pembeli rumah Pondok Indah pun berganti. Kini, tujuan pembelian rumah Pondok Indah murni sebagai hunian, tidak lagi investasi melalui penyewaan kepada warga asing (ekspatriat).
Demikian disampaikan Principal Ray White Pondok Indah Arteri, James Wisan saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (13/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menceritakan, harga rumah Pondok Indah dua tahun belakang tidak setinggi tahun ini. Ketika itu, lanjut James, pembeli pun menghitung dengan membeli rumah kemudian disewakan kepada ekspatriat pasti menjanjikan keuntungan yang berupa pendapatan berkelanjutan (recurring income).
"Banyak rumah di Pondok Indah dulu disewa ekspatriate. Sekarang return atau imbal hasilnya nggak menarik. Harga rumah Rp 20 miliar, paling sewa US$ 3.500-US$ 4.000. Return sekitar 3% aja Rp 600 juta. Kecil sekali," paparnya.
Meski bisnis sewa rumah Pondok Indah relatif lesu, bukan berarti minat menurun. Pencarian rumah Pondok Indah makin tinggi. Selain tinggal, harapan investasi jangka panjang ada disetiap penghuni.
"Nantinya akan ditempati, lagi pula harganya akan terus naik," paparnya.
(wep/dru)











































