Demikian disampaikan Associate Director Research Jones Lang LaSalee Indonesia, Anton Sitorus di kantornya, Jakarta, Rabu (18/7/2012).
"Net take-up (penyerapan) ruang perkantoran meningkat 18% pada triwulan II-2012, dari triwulan sebelumnya. Permintaan paling tinggi ada pada grade A. Mereka banyak minta tapi suplai terbatas, otomatis harganya jadi naik paling tinggi 8%," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Project Leasing perseroan, Angela Wibawa menerangkan, perkantoran grade A masih dominan terletak di kawasan CBD. Untuk non-CBD, total penyerapan mengalami kenaikan 23% dalam enam bulan pertama 2012.
"Ini menunjukkan perkantoran luar CBD juga meningkat pesat. Ini tercermin dari kenaikan harga sewa di daerah ini, khususnya di Jakarta Selatan yang mengalami kenaikan sewa tertinggi 5%," paparnya.
Anton menegaskan, kawasan non-CBD mendapatkan suplai baru dengan kehadiran dua bangunan baru yakni Wisma Pondok Indah Tower 3 dan Sovereign Plaza.
(wep/ang)











































