Meski Nyicil Harian, Tukang Becak Juga Harus Diberi Rumah Murah

Meski Nyicil Harian, Tukang Becak Juga Harus Diberi Rumah Murah

- detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 14:58 WIB
Meski Nyicil Harian, Tukang Becak Juga Harus Diberi Rumah Murah
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Demi memberantas hunian atau pemukiman kumuh, Walikota Palembang Eddy Santana siap menghadirkan rumah murah Rp 50 juta di enam kecamatan, yaitu Seberang Ulu 1, Seberang Ulu 2, Kertapati, Gandus, Alang-alang Lebar, Sematang Borang, dan Kalidoni.

Menurut Eddy, siapa pun masyarakatnya, meskipun tukang becak sekalipun berhak atas rumah, meski kemampuan cicilan harian.

"Kita cari tanah, yang kosong-kosong. Ini rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Mengganti kawasan kumuh yang sudah ditinggali," kata Eddy di Kantor Kementerian Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak pekerja non formal yang belum memiliki rumah. Seperti tukang becak menanyakan ke saya, kapan ada program rumah. Setidaknya ada 1.000 tukang becak yang minta," tambah Eddy.

Ia menerangkan, banyak masyarakat yang bekerja di sektor informal terpaksa tidak bisa membeli atau mencicil rumah karena masuk dalam golongan nonbankable. Padahal kemampuan cicilan mereka secara harian atau mingguan tetap tinggi.

"Penghasilan mereka Rp 50 ribu-Rp 75 ribu, dan punya kemampuan cicilan Rp 10 ribu-Rp 15 ribu. Maka dari itu pentingnya lembaga penjaminan yang mengumpulkan angsuran harian atau mingguan dari nasabah untuk selanjutnya disetor kepada bank pelaksana secara bulanan," imbuhnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads