Meski demikian wilayah Bekasi, Karawang dan Purwakarta masih manjadi area favorit pelaku industri, dimana 80% dari keseluruhan penjualan tanah industri terjadi di kawasan-kawasan tersebut.
Hal ini disampaikan Arief dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip detikFinance, Jumat (27/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan permintaan tinggi, menjadikan harga jual rata-rata tanah industri merangkak naik menjadi Rp 1,572 juta per m2. "Sedangkan dalam US$, harga jual rata-rata mencapai US$ 166 per m2 (+15,5% K-K dan 62,71% T-T)," tuturnya.
Arief mencatat permintaan bersih lahan industri di triwulan II mampu menyentuh angka 186 ha. Ini mengalami peningkatan 22% dibandingkan triwulan sebelumnya.
"Tingkat penjualan kumulatif meningkat menjadi 79,9% dari 78,6% di triwulan sebelumnya," paparnya.
Pelaku industri asing dengan bidang usaha yang berkaitan dengan otomotif dan consumer goods masih jadi pemburu utama lahan industri di triwulan II-2012.
"Dengan tambahan pasokan baru sebesar 84 Ha yang berasal dari kawasan industri di Bekasi atau Purwakarta, jumlah pasokan kumulatif tanah industri di Jakarta dan sekitarnya pada triwulan ini tumbuh menjadi sekitar 9.312 ha," imbuhnya.
(wep/ang)











































