Pasokan Minim, Harga Sewa Perkantoran di Jakarta Naik 8,8%

Pasokan Minim, Harga Sewa Perkantoran di Jakarta Naik 8,8%

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Minggu, 29 Jul 2012 10:26 WIB
Pasokan Minim, Harga Sewa Perkantoran di Jakarta Naik 8,8%
Jakarta -

Ekspansi bisnis perusahaan tidak bisa dibendung. Ini menyebabkan aktivitas sewa ruang perkantoran meningkat. Khusus perkantoran grade-A (kelas atas) karena terbatasnya suplai maka harga sewa Gross (base rental ditambah service charge) telah naik 8,8% pada triwulan II-2012 menjadi Rp 240.100 (US$ 25,33) per m2 per bulan.

Hal ini disampaikan Senior Associate Director Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/7/2012).

Di triwulan II-2012, permintaan didominasi dari para penyewa yang ingin memperluas ruang kantornya antara 200 m2 hingga 400 m2. "Perbankan dan asuransi adalah bidang usaha yang paling aktif mencari untuk perluasan ruangan," ucap Arief.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tidak menyebutkan identitas satu perusahaan, ada perbankan yang kabarnya telah merampungkan transaksi sewa sebesar 3.000 m2 office space di Landmark Tower.

Ia menilai, dengan tingkat hunian perkantoran yang cukup tinggi berdampak pada sulitnya mencapai transaksi sewa ruang perkantoran yang berukuran besar. Penyerapan pada periode April-Juni 2012 mencapai 85.800 m2 sehingga tingkat hunian kembali naik 0,71% menjadi 91,96%.

Beberapa pasokan baru hadir dengan tuntasnya AXA Tower di Jalan Prof. DR Satrio. Sehingga total stok ruang perkantoran CBD Jakarta kini menjadi 4,4 juta m2.

"Sementara itu, WTC 2, The H Tower, 88 Kasablanka dan TCC Tower-1 hampir dipastikan akan masuk ke pasar pada triwulan III dan IV-2012," tuturnya.

"Ini akan menambah sekitar 180.800 m2 ruang perkantoran baru di pasar perkantoran CBD," tuturnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads