"Kita (mal) di Jakarta saingannya bukan sesama mal walau bersebelahan sekalipun, tetapi mal di Jakarta saingannya sama mal di luar negeri terutama di Malaysia dan Singapura," kata Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan ketika dihubungi, Selasa (31/7/2012).
Dikatakan Stefanus, apabila ada sesuatu yang baru di Malaysia atau Singapura termasuk di mal-nya maka pengunjung mal di Jakarta akan langsung sepi. "Iya berdampak sekali jika ada sesuatu yang baru di Malaysia atau Singapura sedangkan di Jakarta belum pernah ada, dampaknya pengunjung di mal di Jakarta langsung sepi, karena mereka pada 'kabur' ke sana," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Stefanus menegaskan akan salah kalau ada suatu mal berdiri sendiri dan terpisah jauh dengan mal yang lain malah kurang baik, justru sebaliknya semakin banyak mal yang berjejer dalam satu wilayah maka akan menciptakan destinasi baru, dan dapat memancing turis asing untuk datang ke Indonesia.
"Seperti yang terjadi jika ada yang baru di Malaysia, orang Indonesia berbondong-bondong ke sana, kan sayang juga devisa nya masuk ke negara lain," tandasnya.
(rrd/dru)











































