Hasil survei properti komersial triwulan II-2012 Bank Indonesia (BI) pun menunjukkan, pasokan baru ini berasal dari empat pusat perbelanjaan baru.
"Penambahan suplai ini diimbangi pula dengan adanya pergeseran minat dari peritel di Jakarta untuk mengembangkan bisnisnya di wilayah Banten, yang tentunya menjadi peluang emas bagi pengembang di wilayah Banten," tulis laporan BI seperti dikutip detikFinance, Minggu (12/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingkat penjualan ritel pada wilayah yang sama juga naik dari 82,25% menjadi 83,76%. Penjualan di Bodetabek jauh lebih tinggi karena harga yang relatif lebih murah, yakni Rp 35,18 juta per m2. Sementara Jakarta, harga jualnya Rp 48,24 juta per m2.
"Secara rata-rata harga jual ruang ritel pada triwulan II-2012 meningkat tipis 0,74% menjadi Rp 44,91 juta per m2. Sementara itu, dampak dari moratorium pembangunan mal (di Jakarta) diperkirakan akan mendorong tingkat penjualan, terutama dari investor perorangan, yang selanjutnuya disewakan kepada pelaku ritel," tegas BI.
(wep/hen)











































