Rumah Baru Kemahalan, Penjualan Rumah Bekas Naik 15%

Rumah Baru Kemahalan, Penjualan Rumah Bekas Naik 15%

- detikFinance
Kamis, 23 Agu 2012 19:17 WIB
Rumah Baru Kemahalan, Penjualan Rumah Bekas Naik 15%
Jakarta - Penjualan rumah baru tahun ini diperkirakan akan semakin melorot karena kenaikan harganya yang sudah dianggap tinggi. Di sisi lain penjualan rumah bekas mengalami kenaikan hingga 15% hingga akhir tahun ini.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan tahun ini penjualan rumah baru atau pasar primer (pengembang jual ke konsumen) khususnya segmen kelas atas termasuk menengah bakal terkoreksi.

Fenomena ini mulai terjadi setidaknya selama semester I-2012, sementara tahun lalu kondisi justru berbeda, penjualan rumah baru khususnya kelas atas justru menjadi primadona dan dibarengi kenaikan harganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BI hanya mencatat penjualan pasar primer (rumah baru) tapi di pasar sekunder (rumah bekas) tidak terdata. Dari informasi agen-agen (broker), penjualan pasar sekunder justru naik, sampai 12% bahkan sampai akhir tahun ini akan sampai 15%," kata Ali kepada detikFinance, Kamis (23/8/2012)

Ali menuturkan beberapa lokasi di Jabodetabek seperti Bekasi, penjualan rumah bekas sudah mengalami kenaikan. Menurutnya dengan kenaikan penjualan rumah di pasar sekunder secara langsung menjadi penyeimbang kenaikan harga rumah pasar primer oleh pengembang, yang sudah dianggap tinggi.

"Efeknya pengembang tak akan menaikan harga rumah primer signifikan, kalau tahun lalu kan kenaikan harganya sampai 3-4% setiap tiga bulan. Sekarang ini dikoreksi dari pasar sekunder. Saya selalu ingatkan kalau harga primer sudah lebih 20% dari harga sekunder itu sudah over value," katanya.

Ia mengilustrasikan jika seseorang membeli rumah tahun lalu Rp 1,2 miliar lalu tahun ini harga baru untuk produk yang sama sudah tembus Rp 2 miliar, maka konsumen akan lebih memilih rumah di pasar sekunder dengan harga di bawah Rp 2 miliar.

"Secara umum rumah primer akan turun penjualannya, pengembang akan masuk dimulai segmen lebih rendah misalnya rumah kelas menengah," katanya.

Selama ini harga rumah kelas atas berada di kisaran Rp 750 juta Rp 1,5 miliar, sementara harga rumah kelas menengah di kisaran Rp 300 juta-750 juta.

Hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan volume penjualan rumah mengalami penurunan pada triwulan II-2012, terutama terjadi tipe rumah menengah. Terjadi penurunan penjualan sebesar 4,55% (q to q). Penurunan penjualan rumah tipe menengah sebesar 18,25%. Wilayah Palembang dan Bandar Lampung mengalami penjualan rumah tipe menengah terendah.

"Kebutuhan tahun ajaran baru dan persiapan menjelang puasa dan lebaran mempengaruhi mempengaruhi konsumen dalam pembelian properti di samping naiknya harga jual rumah," jelas survei itu.
(hen/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads