Kalangan perbankan menegaskan secara umum masyarakat masih memilih rumah baru dari pada rumah bekas. Meskipun menurut survei Bank Indonesia (BI) penjualan rumah baru menurun terutama untuk kelas menengah karena harganya naik tinggi.
VP Consumer and Retail Landing PT Bank Negara Indonesia Tbk, Indrastomo Nugroho mengatakan konsumen masih memilih skema dengan pola pembayaran cicilan atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk memiliki rumah.
"Pengajuan aplikasi KPR tetap lebih banyak rumah baru masih lebih tinggi dibandingkan rumah bekas," katanya kepada detikFinance, Jumat (24/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk rumah memang tergantung orangnya. Untuk rumah pertama lebih seneng rumah baru. Nggak mau repot. Mengenai fisik bangunan dan memperhatikan kualitas bangunan. Terlebih ada garansi dari developer (pengembang)," tegas Indrastomo.
Meski pada bagian lain, tentu membeli rumah bekas punya kelebihan dari aspek legalitasnya. "Kalau rumah seken memang legalitasnya sudah terjamin, karena ditinggalin bisa sudah bersertifikat dan lain-lain," ucapnya.
(wep/hen)











































