Masyarakat cenderung mencari rumah bekas karena harga yang relatif lebih murah dibandingkan rumah baru, meski terdapat risiko penurunan kualitas bangunan.
"Penjualan rumah seken (bekas) masih bagus. Khusus wilayah Gading Serpong permintaan jauh lebih tinggi, padahal yang jual sedikit," kata Herlina Tanudjaja, agen Properti Century21 kepada detikFinance, Jumat (24/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan harga yang ditawarkan pengembang untuk rumah baru, rata-rata lebih mahal sekitar Rp 300 juta. "Rumah baru rata-rata Rp 1,3 miliar. Ada pula yang Rp 1,5 miliar," paparnya.
Dengan luas bangunan sama harga rumah dengan model sektor jauh lebih murah dibandingkan kluster. "Rumah seken di sektor bisa di bawah Rp 1 miliar. Kalau rumah kluster diatas Rp 1 miliar," tegas Herlina.
(wep/hen)











































