Jumlah back log atau kurangnya pasokan rumah jauh di bawah kebutuhan riil, tahun ini diperkirakan akan mencapai 21,7 juta unit rumah. Padahal tahun-tahun sebelumnya angka back log hanya mencapai 13,6 juta.
"Tahun 2012 merupakan titik nadir buruknya kinerja pemerintah dalam hal mengurangi back log perumahan nasional. Back log perumahan sebesar 13,6 juta unit diperkirakan akan melonjak di tahun 2012 menjadi 21,7 juta unit rumah," kata Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, dalam situs resminya, Jumat (31/8/2012)
Ali menuturkan menumpuknya back log ini disebabkan oleh menurunnya kinerja pemerintah dalam memberikan akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah. Menurutnya program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau KPR subsidi seharusnya menjadi salah satu harapan masyarakat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ternyata tidak berjalan dengan baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhentinya penyaluran FLPP awal tahun ini, diperparah dengan adanya pembatasan rumah FLPP dengan batasan untuk rumah di atas tipe 36 sesuai dengan UU No.1 Tahun 2011 soal Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pasal 22 (3) sehingga membatasi ruang gerak penyaluran FLPP.
"Masuknya beberapa bank untuk mendukung program FLPP pun tidak memberikan hasil yang optimal," katanya.
Berdasarkan data IPW, penyaluran FLPP tahun 2011 mencapai Rp 3,7 triliun dengan jumlah 109.592 unit dan meningkat sangat tinggi dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 242 miliar dengan jumlah 7.959 unit. BTN menyalurkan 99,8% dari jumlah unit atau sebesar 93,5% dari total nilai penyaluran FLPP. (hen/dnl)










































