Pembangunan Rumah Tapak Murah yang didukung Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan PSU Kawasan Perumahan dan Pemukiman membutuhkan anggaran Rp 7,5 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari alokasi anggaran untuk FLPP Rp 5,94 triliun dan PSU Kawasan Perumahan dan Permukiman Rp 1,56 triliun.
Menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, anggaran tersebut masih belum dapat dialokasikan karena masih banyaknya kendala yang ditemui di lapangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, lanjut Agus Marto, pemerintah terus meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam rangka penyiapan lahan dan perizinan pembangunan rumah murah tersebut.
"Kebutuhan tambahan anggaran 2013 untuk pembangunan rumah murah juga telah diusulkan melalui mekanisme inisiatif baru tersebut," ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga akan melakukan program rumah sangat murah dilaksanakan dengan program eksisting, yaitu bantuan stimulan perumahan swadaya perumahan swadaya (BSPS) yang terdiri atas pembangunan baru, peningkatan kualitas, PSU Swadaya, Fasilitasi Pra-Sertifikasi, dan pasca sertifikasi.
Tahun depan pemerintah telah meningkatkan target pembangunan rumah sangat murah menjadi 500 ribu unit dengan kebutuhan anggaran Rp 5,78 triliun. Anggaran yang sudah dialokasikan dalam pagu anggaran Kemenpera Tahun 2013 Rp 2,27 triliun dengan sasaran sebanyak 250 ribu unit.
"Oleh karena itu, masih terdapat kekurangan sebesar 250 ribu unit dengan kebutuhan anggaran Rp 3,51 triliun. Sehubungan dengan hal tersebut, Kemenpera telah mengusulkan tambahan anggaran 2013 melalui mekanisme inisiatif baru," tukasnya.
(nia/dnl)











































