Akibatnya, pertumbuhan harga rumah Kelapa Gading makin tak terbendung. Kenaikan setiap tahunnya mencapai 10%-20%, tergantung lokasinya.
Prinsipal Ray White Kelapa Gading, Natalia menjelaskan, pasar perumahan Kelapa Gading makin hot setiap tahunnya. Rata-rata harga rumah dengan lokasi strategis mencapai Rp 1,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga yang selalu naik disebabkan oleh penawaran yang diajukan penjual terlampau tinggi. Jauh dari harga rata-rata. Permintaan rumah bekas di Kelapa Gading masih tinggi.
"Penjual jarang sekali kasih harga murah. Demand juga cukup tinggi. Adalah mereka yang mencarikan untuk anak atau kerabatnya," paparnya.
Sebelumnya Bank Indonesia (BI) merilis survei properti terbaru, yang menunjukkan harga rumah bekas Kelapa Gading naik paling tinggi sekitar 3,85%.
"Berdasarkan wilayah kenaikan harga tanah tertinggi terjadi di wilayah Jakarta Utara (4,28%) terutama wilayah Kelapa Gading (7,44%) dan Sunter (5,95%) dengan harga jual rata-rata Rp 8,72 juta," jelas survei BI.
(wdo/hen)











































