Ini Harapan Pengusaha Mal Terhadap Jokowi

Ini Harapan Pengusaha Mal Terhadap Jokowi

- detikFinance
Jumat, 21 Sep 2012 14:50 WIB
Ini Harapan Pengusaha Mal Terhadap Jokowi
Jakarta - Sosok gubernur Jakarta terpilih Joko Widodo (Jokowi) dikenal sebagai pemimpin daerah yang mengedepankan pasar tradisional ketimbang pusat belanja moderen seperti mal. Kalangan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta Jokowi lebih jernih dalam melihat keberadaan mal-mal di Jakarta.

Stefanus menambahkan ia berharap dengan adanya gubernur DKI Jakarta yang baru, ada perubahan persepsi terhadap mal. Ia meminta Jokowi bisa bertindak lebih jernih dalam menilai pusat belanja di Jakarta.

"Kalau yang lalu-lalu itu, yang disalahkan adalah mal, kesalahan soal macet. Biasanya semuanya melihatnya mal itu barang yang haram, harapan kita dengan gubernur baru bisa tahu keadaan tidak hanya dari katanya, tapi bisa melihat sebenarnya, dengan lebih jernih," kata Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan kepada detikFinance, Jumat (21/9/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia berharap pemimpin daerah di Jakarta bisa lebih bijak dalam melihat keberadaan mal. Menurutnya persepsi mal selama ini dipandang jadi biang kemacetan dan tak pro dengan UKM, hal ini harus dihilangkan.

"Selama ini katanya mal biang kerok, jalur hijau, sumber matinya pedagang kecil. Justru kita yang meramaikan pedagang kecil," katanya.

Stefanus menegaskan keberadaan mal di Jakarta tidak bisa dipungkiri berperan dalam perputaran ekonomi daerah khususnya DKI Jakarta. Selain menyerap tenaga kerja, mal juga sebagai sumber pemasukan asli daerah.

"Kalau tak ada dari perdagangan dari mana, menurutnya saya semakin banyak pusat belanja, perputaran lebih kenceng," katanya.

Mengenai usulan gubernur DKI terpilih Jokowi yang mengusulkan agar mal di Jakarta memperbanyak ornamen kebudayaan Betawi, menurut Stefanus pemikiran itu patut direspons. Namun baginya pembangunan mal berkonsep Betawi tak bisa diterapkan seluruh mal dengan ornamen yang sama.

"Kalau satu dua yang kayak Betawi kental banget lebih moderen, saya kira menarik, tapi kalau semua mal ya bosen juga, harus ada pertimbangan yang matang," katanya.

Sebelumnya Jokowi berharap Jakarta bisa menjadi pusat kebudayaan Nusantara, dengan Betawi sebagai tuan rumahnya. Selanjutnya akan ada perda mengenai perlindungan budaya sehingga sanggar-sanggar seni bisa hidup. Selain itu, gedung, kantor, dan mal harus mengangkat ornamen Betawi yang dominan.

"PNS harus pakai pakaian Betawi pada hari Rabu atau Kamis," kata Jokowi.


(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads