Setidaknya diperlukan fasilitas asrama dan rumah sakit buruh untuk mendukung sekitar 80.000 pekerja yang berada di kawasan Industri tersebut.
"Persyaratan taraf internasional masih kurang, rumah sakit dan dormitory," kata Dirut KBN Raharjo Arjosiswoyo di Kementrian BUMN Jakarta, Senin (24/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk membangun dan mengelola rumah sakit buruh, KBN akan bekerjasama dengan PT Jamsostek, PT Askes, dan PT Pelni. Raharjo mengatakan untuk mendirikan rumah sakit buruh yang ditargetkan beroperasi akhir 2013 ini, diperlukan investasi mencapai Rp 200 miliar. "Investasi RS sekitar Rp 200 miliar," imbuhnya.
Selain dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit. KBN juga akan membangun asrama atau dormioty untuk buruh. Tahap awal akan dibangun 1 unit asrama dengan kapasitas maksimal 2000 buruh.
"Kapasitas 4 lantai 2000 maksimal (buruh). Rencana kita bangun 6 unit," tambahnya.
Raharjo menjelaskan untuk membangun 1 buah asrama diperlukan dana sebesar Rp 100 miliar. "2013 sudah mulai. 8 bulan bangun. Akhir tahun jadi," pungkasnya.
(hen/dru)











































