Hasil riset terbaru Cushman & Wakefield menggambarkan pertumbuhan permintaan sektor perumahan kawasan Jabodebatek relatif melambat. Walaupun pasokan perumahan hingga Juni 2012 mengalami kenaikan 1,86% dibandingkan semester sebelumnya.
Pertumbuhan pasokan rumah kelas bawah mampu tumbuh 5,48%, sedangkan kelas menengah atas hanya tumbuh 2,75%, dan kelas atas tumbuh 1,46%. Sedangkan kelas perumahan menengah mengalami penurunan 0,97%, dan kelas menengah-bawah turun 1,74%
Sedangkan total permintaan perumahan di semester I-2012 secara rata-rata meningkat 2,66%. Namun pertumbuhan ini relatif lebih rendah 0,3% dari posisi sebelumnya, Bahkan kelas menengah-bawah, menengah dan menengah atas masing-masing turun 3,75%, 2,4% dan 2,89% dibandingkan semester sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Arief, dampak aturan kenaikan uang muka minimal 30% dari Bank Indonesia (BI) mulai dirasakan industri properti, meski aturan ini hanya berlaku untuk tipe 70 m2 ke atas berlaku 15 Juni 2012. Pada akhirnya, pertumbuhan permintaaan pun relatif melambat.
"Memang ada sedikit penurunan pertumbuhan. Secara umum aturan LTV (loan to value) yang BI keluarkan untuk menyeimbangkan pertumbuhan sektor properti, akan semakin terasa di awal semester tahun depan," kata Arief.
(wep/hen)











































