Permintaan Lahan Industri Melorot 21%

Permintaan Lahan Industri Melorot 21%

- detikFinance
Kamis, 04 Okt 2012 16:27 WIB
Permintaan Lahan Industri Melorot 21%
Jakarta - Permintaan lahan industri hingga triwulan III-2012 tercatat menurun 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, atau lebih rendah 21% dari posisi triwulan II-2012.

Associate Director Industrial Cushman & Wakefield Wira Agus menjelaskan penurunan ini disebabkan oleh langkanya pasokan lahan, bukan karena menurunnya investor untuk ekspansi bisnis.

"Keterbatasan pasokan menjadi penyebab penurunan permintaan tanah industri pada triwulan III ini," katanya di kantor Cushman & Wakefield, gedung BEI, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski stok lahan terbatas, tingkat penjualan tercatat naik mencapai 81%, atau lebih tinggi triwulan sebelumnya yang mencapai 79,9%. Koridor Bekasi, Karawang, Purwakarta masih menguasai pasar lahan industri dengan prosentase mencapai 90%. Selanjutnya disumbang oleh Serang dan Bogor.

Tercatat lahan baru untuk industri hanya tersedia 50 hektar, mencakup dari kawasan industri Bekasi atau Purwakarta. Dengan adanya tambahan ini, total pasokan kumulatif di Jabodetabek menjadi 9.362 hektar.

Kelangkaan lahan industri otomatis menyebabkan peningkatan harga jual. Kenaikan lahan industri tertinggi terjadi di Bekasi.

Harga lahan industri kini berada dikisaran Rp 1.628.000 per m2, atau naik 63% dibandingkan tahun lalu atau 3,6% dari triwulan sebelumnya. Dalam mata uang dollar AS, harga tanah kawasan bertengger pada level US$ 171 per m2, atau mengalami kenaikan 3% dibandingkan triwulan II, atau 54% leih tinggi dari tahun lalu.

(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads