"Pertumbuhan kondominium atau bentuk township di sekitar Industrial Estate memang akan terjadi," kata Associate Director Industrial Cushman & Wakefield Wira Agus, di kantornya, Kamis (4/10/2012).
Pemenuhan township menjadi hal yang linier dengan berkembangnya kawasan industri, khususnya di koridor Bekasi, Karawang hingga Purwakarta. Para pekerja tentu memerlukan hunian yang nyaman dan tidak jauh dari tempat bekerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur perseroan, Hendra Kurniawan dalam kesempatan lain menjelaskan, hadirnya hunian dan kawasan industri menciptakan kawasan terintegrasi. Ini berdampak positif karena menciptakan efektivitas kerja.
"Saya punya rencana untuk membangunan rusun atau apartemen. Supaya yang kerja disana, tinggal disana juga," tutur Hendra waktu itu.
Kawasan Industri Tidak Cuma Jabodetabek
90% dari total persediaan kawasan industri berada di koridor Bekasi, Karawang/Purwakarta. Sisanya disuplai dari Bogor dan Serang.
Namun di masa mendatang, Wira memperkirakan akan banyak bermunculan kawasan industri baru non Jabodetabek. Banyak daerah lain yang memiliki potensi tinggi untuk itu, seperti Surabaya dan Semarang.
"Kawasan industri lain tentu ada, tapi memang tidak tergambarkan oleh kita. Yang lain tentu kita bisa lihat Surabaya, Semarang, Medan, dan Makassar. Semarang sendiri jadi layak karena lokasinya cukup baik, biaya buruh juga relatif masih rendah," imbuhnya.
(wep/hen)











































