Harga Apartemen di Kawasan Segitiga Emas Jakarta Terus Naik

Harga Apartemen di Kawasan Segitiga Emas Jakarta Terus Naik

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 08 Okt 2012 15:37 WIB
Harga Apartemen di Kawasan Segitiga Emas Jakarta Terus Naik
Jakarta - Harga apartemen Jakarta dan sekitarnya terus mengalami peningkatan. Permintaan yang masih tinggi, membuat harga terkerek naik dan kini mencapai Rp 28,8 juta per m2 khusus areal Central Business Distric (CBD) atau kawasan segitiga emas Jakarta.

Hasil riset Colliers International triwulan III-2012, yang dirilis Senin (8/10/2012) memberi gambaran kenaikan tersebut. Harga yang ditetapkan penjual (asking price) untuk kawasan premium CBD mengalami kenaikan 24,5% menjadi Rp 28,8 juta per m2 dari periode yang sama tahun lalu. Harga apartemen CBD juga naik 4,7% dari triwulan sebelumnya Rp 27,509 juta per m2.

Sedangkan asking price kawasan Jakarta Selatan mencatat kenaikan 15,4% menjadi Rp 19,43 juta per m2 dari periode yang sama tahun lalu Rp 16,83 juta per m2 dan naik 3,1% dari triwulan sebelumnya Rp 18,85 juta per m2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asking price area non-CBD kini mencapai Rp 15,234 juta per m2, atau naik tipis 1,2% dari triwulan sebelumnya Rp 15,05 juta per m2, dan naik 1,35% dari posisi yang sama tahun lalu Rp 15,03 juta per m2.

Secara rata-rata harga apartemen Jabodetabek bertengger pada level Rp 19,125 juta per m2, naik 10,4% dari tahun lalu Rp 17,321 juta per m2, atau naik 0,7% dari triwulan sebelumnya Rp 18,99 juta per m2.

Setali tiga uang dengan Colliers, hasil riset pihak Cushman & Wakefield menunjukan peminat apartemen masih tinggi dari calon konsumen. Proses pemilihan langsung gubernur DKI Jakarta terbukti tidak berdampak negatif terhadap aktivitas penjualan pasar kondominium.

"Tingkat penjualan proyek kondominium terbangun dan mendatang tetap aktif meskipun mengalami sedikit penurunan di akhir bula Bulan Ramadhan dan juga Hari Raya Idul Fitri, di bulan Agustus 2012," ucap Cushman & Wakefield.

Periode Juli hingga September, apartemen kelas menengah masih mendominasi aktivitas penjualan, atau menyumbang sekitar 60% dari total transaksi.

"Sebanyak 7.559 unit pasokan mendatang telah diluncurkan ke pasar dalam kurun waktu Juli-September 2012, yang terdiri atas 14 proyek," tambahnya.

Hingga September 2012, penjualan apartemen yang telah terbangun di wilayah Jabodetabek mencapai 95,9%. Tingkat okupansi mencapai tingkat 59,9%, turun 6,3% dari triwulan sebelumnya. Tingkat penjualan proyek mendatang mencapai 60%, dengan sisa 26.566 unit yang belum terserap pasar.

Periode Juli-September, penjualan pasokan mendatang didominasi proyek kelas menengah, sekitar 56,16% dari keseluruhan transaksi. Untuk metode pembayaran, pembeli dari kalangan bawah memilih pinjaman bank.

"Sementara cara pembelian konsumen kelas menengah dan atas lebih bervariasi seperti 1-3 tahun cicilan bertahap, pinjaman bank, dan juga tunai keras," tulis Cushman & Wakefield.

Tingkat penjualan pre-sales proyek kelas menengah juga mencapai 62,1%, kelas menengah-atas 70,0%, dan kelas atas 53,8%.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads