Istana Group membentuk konsorsium bersama dengan Binakarya Propertindo Group (BPG) membangun sebuah apartemen di kawasan Cibaduyut, Bandung bernama Golden Gateway.
Apartemen Golden Gateway merupakan proyek ketiga kerjasama Istana Group dan Binakarya Propertindo Group, setelah Apartemen Gateway Ahmad Yani, Bandung, dan Gateway Pasteur.
CEO Binakarya Propertindo Group Go Hengky Setiawan mengatakan selama ini Cibaduyut sempat dianggap kurang prospektif untuk permukiman dan investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi secara administratif, Cibaduyut juga termasuk dalam wilayah kota Bandung. Otomatis nantinya nilai tanah maupun bangunan di kawasan ini akan melesat cepat. Apalagi ditunjang adanya program revitalisasi dari pemerintah. Kawasan ini akan segera menjadi primadona baru," kata Go dalam keterangan tertulisnya, Kamis (11/10/2012)
Direktur Istana Group Eric Yanata, mengungkapkan bahwa prospek investasi properti khususnya apartemen di Bandung sangat bagus mengingat Bandung merupakan tujuan wisata dan memiliki banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka, sekaligus salah satu kota dengan akses termudah dan terdekat dengan Jakarta.
Menurut Eric, setiap tahun harga properti di Bandung mengalami kenaikan sekitar 10%.
"Bandung dengan potential buyer tak kurang dari 5 juta jiwa, memang memiliki magnitude khas yang tak dimiliki kota lain. Daya beli tinggi, hasrat untuk membelanjakan uang juga tinggi," kata Eric.
Menurut Eric kawasan Cibaduyut menyimpan potensi yang luar biasa di masa yang akan datang. Seperti tingginya aksesibilitas yaitu diapit sekaligus dua gerbang tol,
Golden Gateway merupakan sebuah apartemen sekaligus pusat bisnis di lahan seluas 2,1 hektare tepat di jantung kawasan bisnis Cibaduyut.
Pembangunan Golden Gateway ini rencananya akan dimulai pada pertengahan 2013 dan ditergatkan selesai awal 2015. Apartemen ini ditawarkan dengan tipe studio, tipe satu kamar, dan dua kamar.
Golden Gateway direncanakan terdiri dari satu tower yang terbagi dalam lima blok. Aksesibilitas dari lokasi apartemen ini cukup tinggi, yaitu hanya lima menit dari gerbang tol M. Toha dan gerbang tol Kopo. Invetasi dari proyek ini sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan fisik, tidak termasuk investasi tanah.
(hen/wep)











































