"Akan dikembangkain, mix used kombinasi pasar (di bawahnya) dengan Rusunami," kata Deputi Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat Pangihutan Marpaung kepada detikFinance, Senin (22/10/2012)
Pangihutan menambahkan lokasi-lokasi Rusunami itu akan dibangun di lokasi-lokasi milik aset BUMN yang strategis seperti lahan-lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sehingga selain memiliki pusat bisnis, Rusunami itu juga akan terkoneksi dengan jaringan transportasi massal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pendekatannya nanti mereka yang berpenghasilan rendah, cukup dengan parkir motor saja. Memang harus merevisi Permen PU No 5 tahun 2007, soal rasio 1:10 (lahan parkir di rumah susun). Kecuali kalau rusunami-nya mix used masih boleh ada parkir mobil, karena terkait lokasi pusat komersial," katanya.
Kemenpera juga sedang menyiapkan program subsidi baru untuk pengembangan Rusunami yaitu bantuan lift sebagai bagian dari subsidi prasarana, sarana dan utilitas (PSU). Mulai tahun depan akan disebar anggaran untuk 300 lift yang akan diberikan kepada pengembang yang bisa membangun Rusunami dengan biaya per meter tidak lebih dari Rp 6 juta.
"Tujuannya mendorong pengembang membangun Rusunami, tahun depan kita mulai," katanya.
Menurutnya jika beberapa langkah bisa dilakukan secara serentak akan membantu program pengembangan Rusunami. Antaralain adanya bantuan PSU dan lift, kemudahan perizinan, penghapusan retribusi perizinan, ada KPR subsdi, pembebasan PPN dan lain-lain maka biaya membangun rusunami akan semakin murah. Sehingga harganya bisa lebih terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
(hen/dnl)











































