PTPP Pilih Bangun Super Blok Ketimbang Rumah Subsidi

PTPP Pilih Bangun Super Blok Ketimbang Rumah Subsidi

- detikFinance
Kamis, 01 Nov 2012 16:36 WIB
PTPP Pilih Bangun Super Blok Ketimbang Rumah Subsidi
Jakarta - PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) belum akan ikut dalam proyek pembangunan rumah subsidi karena masih pikir-pikir. Namun perseroan tetap melanjutkan bisnis propertinya, bahkan berencana membangun superblok baru di Surabaya.

"Saya pernah ditanya kerja di mana? PT Pembangunan Perumahan, lalu saya ditanya harga tipe 21 berapa. Untuk rumah subsidi kami masih memikirkannya," kata Direktur Utama PTPP, Bambang Triwibowo di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Menurutnya, unit bisnis propertinya kini lebih fokus pada proyek pembangunan kawasan terpadu (super blok) serta hotel dan apartemen di kota besar. Rencana besar telah disusun, yakni membangun super blok di Surabaya tahun 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memiliki aset cukup strartegis di Surabaya. Jadi kami sedang pikirkan untuk bangun super blok, saat ini masih kita studi," tuturnya.

Meski enggan menyebut nilai investasinya, Bambang memastikan perseroan akan menggandeng swasta dalam mewujudkan properti terpadu di timur Indonesia tersebut. Di dalam kawasan akan hadir hotel, apartemen, rukan untuk masyarakat Surabaya.

"Lokasinya strategis dengan luas lahan sekitar 4 ha. Akan ada swasta masuk sebagai investor atau apalah nanti," tambahnya.

Menurutnya bisnis properti PTPP cukup maju. Ini terlihat dari dua proyek apartemen dan hotel di Cawang, Jakarta. "Di Cawang apartemen kita sudah habis (terjual). Sementara hotel okupansinya sudah 85%," tegasnya.

"Sementara hotel kita di Bandung, baru beroperasi 80% tapi sudah penuh terus. Kita tidak gunakan operator hotel lain, tapi kita sendiri. Kebetulan di kami, ada yang bisa Hotel," imbuhnya.

Seperti diketahui, PTPP menargetkan dapat meraih laba Rp 370 miiliar, dengan pendapatan sekitar Rp 10,2 triliun. Perseroan akan mengandalkan bisnis unit konstruksi dab sektor EPC (engineering procurement and construction).

Tahun depan perseroan membidik proyek baru Rp 19,7 triliun, dengan total order book Rp 36,7 triliun hasil penambahan proyek baru dan lanjutan (carry over) tahun sebelumnya. Bambang menyebut komposisi proyek yang diterima 81% dari segmen pemerintah dan BUMN serta 19% dari segmen swasta.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads