"Harga kondominium pada triwulan III-2012 rata-rata Rp 17,1 juta/m2, naik 6,2% (qtoq) atau 39,65% (yoy)," jelas survei BI tersebut dikutip Senin (12/11/2012)
Di Jakarta harga kondominium untuk kawasan primer (CBD) mencapai Rp 24,5 juta/m2, kawasan sekunder harganya Rp 14,7 juta/m2.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengalami kenaikan, permintaan terhadap kondominium di Jakarta tetap tinggi. Tercatat tingkat penjualan meningkat dari hanya 94,31% menjadi 95,72%
"Penjualan kondominium (triwulan III) didominasi oleh kelas menengah, tipe studio (26 m2) dan tipe 2 kamar tidur masih yang paling digemari konsumen," jelas BI.
BI juga mencatat pada periode tersebut sebaran kondominium paling banyak berada di Jakarta Selatan, sementara wilayah Jakarta yang minim pembangunan kondominium adalah Jakarta Timur. Pada triwulan III pasokan kondominium di Jakarta bertambah 1000 unit, dari Tamansari Semanggi sebanyak 400 unit dan Grand Emerald Apartment 600 unit.
"Sebagian besar pasokan kondominium berada di Jakarta Selatan 27%, CBD 20%, Jakarta Timur terkecil 4%," jelas survei itu.
Selain itu untuk apartemen sewa pada periode yang sama tercatat cenderung stagnan. Tingkat hunian hanya naik dari 77,62% menjadi 77,90%.
"Dipengaruhi oleh tingkat hunian apartemen yang disewa oleh ekspatriat dari Timur Tengah, yang habis masa kontraknya dan kembali ke negaranya untuk merayakan Lebaran," jelas BI.
(hen/dnl)











































