Bank Indonesia (BI) memperkirakan perkembangan bisnis hotel akan berkembang pesat di kawasan pinggir Jakarta.
Alasannya selama triwulan III-2012, pasokan hotel baru banyak berasal dari wilayah di luar CBD (kawasan segitiga emas Jakarta). Pada periode tersebut ada sebanyak tambahan 673 kamar atau naik 2,71% (q to q).
Dengan demikian total pasokan kamar hotel di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi mencapai 25.540 kamar, diantaranya 24,27% merupakan hotel bintang 3, sebanyak 39,27% merupakan hotel bintang 4 dan 36,46% merupakan hotel bintang 5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei Bank Indonesia (BI) triwulan III-2012 juga menunjukan ada tren penurunan tarif kamar hotel di Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. Para pengusaha hotel ramai-ramai menurunkan tarif sewanya. Kenapa?
BI mencatat tingkat hunian kamar hotel mengalami penurunan karena rendahnya permintaan saat Puasa dan Lebaran. Tingkat hunian turun dari 66,36% menjadi 65,4%.
"Mengantisipasi menurunnya permintaan akan kamar hotel, pihak manajemen telah menurunkan tarif kamar hotel sebesar 2,03% (q to q) menjadi Rp 865.178 /kamar/malam," jelas survei BI.
Penurunan tarif terbesar pada hotel bintang 3 sebesar 3,56%, hotel bintang 4 turun 2,19% dan bintang 5 turun 0,43%. (hen/dru)










































