Ciputra Grup cukup eksis menggarap bisnis properti di luar negeri khususnya di kawasan ASEAN. Ciputra juga akan mementapkan bisnis propertinya di Negeri Tirai Bambu China, seperti pembangunan kota-kota mandiri.
"Vietnam, Kamboja dan RRC dalam bentuk yang lengkap semacam kota mandiri," kata Ciputra di sela-sela acara Global Entrepreneurship Week di Bank Indonesia, Senin (12/11/2012)
Ciputra yang biasa disapa Pak Ci ini mengaku untuk mengembangkan satu proyek di luar negeri bisa memakan investasi triliunan rupiah. "Kebutuhan proyek rata-rata US$ 1 miliar (Rp 9 triliun). Tapi tidak dari modal sendiri, tapi juga dari bank dan turn over terus," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanoi sudah setahun lalu, Kamboja 5 tahun, RRC mungkin tahun depan sudah under construction, ada 2 proyek, masing-masing 250 hektar. Lokasi Senyang dan Shiansin, di Secondary City, namanya gunakan bahasa lokal. Kalau di Hanoi Ciputra City," katanya. (hen/ang)











































