Super blok juga menjadi indikator bahwa industri properti tetap menjanjikan tahun depan, meski kenaikannya tidak sebesar tahun 2011 (kejayaan properti). Hal ini disampaikan Associate Director Research Jones Lang LaSalle Indonesia, Anton Sitorus (19/11/2012).
"Dengan periode booming properti ini, fenomena yang terjadi adalah pembangunan proyek-proyek baru. Yaitu mixed use development, condotel, lifestyle center," katanya di Hotel Aryaduta, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsep bangunan dalam kawasan juga semakin variatif dengan hadirnya condominium berukuran compact. "Kita bisa lihat bentuk-bentuknya yang compact karena harga yang kian mahal," paparnya.
"Kini juga kita kenal SOHO, yang mana tinggal dan bekerja dalam satu ruang. Lebih modern, yang dulu kita lebih kenal dengan ruko (rumah toko). Juga makin banyak hadir high tech logistic center, serta sub urban office," tambah Anton.
Pembangunan dalam satu kawasan juga bertujuan untuk meraih pangsa pasar baru, yaitu eksekutif atau pasangan muda yang ingin bertempat tinggal di area strategis namun harga yang terjangkau.
"Faktor pendorong fenomena ini adalah daya tarik, pangsa pasar yang baru, serta harga dan kompetisi," jelasnya.
Memang hadirnya kawasan terpadu antara mal, apartemen, hotel dan perkantoran sedang menjamur di Jakarta. Namun pemain yang eksis terpantau hanyalah pengembang kakap bermodal besar. Ambil contoh grup Agung Podomoro melalui Kuningan City, Podomoro City, ataupun proyek-proyek lain.
Selain itu, kita juga pasti kenal Ciputra melalui proyek Ciputra World Jakarta I, II dan III yang sedang dikonsep. Kemudian ada pula grup Pakuwon dengan Kota Kasablanka dan Gandaria City.
(wep/dru)











































