Ketua DPP REI, Setyo Maharso menyebut, permintaan rumah paling tinggi berada pada kisaran Rp 200-Rp 600 juta. Hal ini disampaikan Setyo usai paparan FIABCI Indonesia-BNI Prix D'Excellence Awards 2012 di Jakarta, Senin (26/11/2012).
"Dari hasil pameran kami beberapa waktu lalu, respon paling besar masyarakat untuk membeli Rp 200-600 juta," katanya.
Setyo memaparkan, rumah pada harga kisaran tersebut datang dari masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh. Meski pada bagian lain tetap ada permintaan rumah kelas bawah, melalui rumah Sederhana atau rumah super mewah.
"Harga tentu setiap wilayah beda. Mulai Aceh hingga Papua, meski Jakarta harganya paling besar. Harga memang menentukan kualitas bangunan," paparnya.
Ia menambahkan, realisasi penjualan rumah tahun ini diperkirakan akan sesuai dengan target REI. Kenaikan tahun ini mencapai 15-17%. Sedangkan 2013 REI optimis penjualan rumah naik sekitar 20%.
"Tahun ini akan tercapai sekitar 15-17%, untuk semua rumah. Ini semua harga, kalai FLPP kan programnya. Sedangkan ada juga rumah (murah) tapi realisasinya pakai kredit komersial," tegasnya.
"Dengan struktur penduduk kita yang piramid, tentu kelas menengah punya daya beli paling tinggi. Properti kelas ini penjualannya paling kencang," imbuh Setyo.
(wep/ang)











































