Pembangunan Mal akan Kepung Kawasan Perumahan Pinggir Jakarta

Pembangunan Mal akan Kepung Kawasan Perumahan Pinggir Jakarta

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2012 11:38 WIB
Pembangunan Mal akan Kepung Kawasan Perumahan Pinggir Jakarta
Jakarta - Mulai tahun depan diperkirakan pertumbuhan mal di Jakarta akan semakin menyusut terutama di jantung kota seperti kawasan segitiga emas (Kuningan-Sudirman-Thamrin). Pembangunan mal akan bergeser di kawasan kota-kota penyangga Jakarta seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan lainnya.

CEO Leads Property Hendra Hartono mengatakan pasar ritel di Indonesia menunjukkan pergerakan yang aktif sebagai dampak dari kombinasi peningkatan pendapatan per kapita, peningkatan pendapatan yang siap dibelanjakan, dan munculnya gaya hidup baru yang lebih banyak menghabiskan leisure time di mall.

"Pasokan ritel berupa mall di kawasan Segitiga Emas pada tahun 2013 dan ke depannya akan sangat terbatas, bahkan tercatat hanya ada 1 mall besar di Segitiga Emas yang akan selesai pada tahun 2013," kata Hendra kepada detikFinance, Rabu (28/11/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan beberapa ritel lain berukuran kecil-menengah berbentuk retail facility di kawasan Segitiga Emas namun jumlahnya pun tetap terbatas. Hal ini tak lain sebagai bentuk memoratorium akan pembatasan ruang mal, mal disinyalir menjadi biang kemacetan kota Jakarta.

"Maka tak mengherankan bila tren pengembangan ritel ke depannya akan lebih mengarah pada kawasan di luar Segitiga Emas, khususnya kawasan residential (perumahan) di kota penyangga," katanya

Hendra menambahkan mayoritas pengembangan mal di tahun 2013 berada di sekitar kawasan residential baik terletak di kompleks apartmen maupun perumahan. Dari sisi penyewa, permintaan datang seiring peningkatan pre-commitment tenant yang pada umumnya berasal dari jaringan ritel global yang sudah mapan.

"Beberapa global retailer baru juga akan mulai mencoba masuk ke pasar Indonesia yang didominasi oleh fashion and accessories dan F&B. Kenaikan harga sewa sebesar 8% hingga 10% di tahun 2013, dengan penambahan pasokan sebesar 373,000 m2 di Jakarta. Tingkat hunian tetap akan tinggi, berada di level sekitar 90%," katanya.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads