Menteri Perumahaan Rakyat Djan Faridz menyebutkan setiap investasi pembangunan properti Rp 1 miliar di Indonesia bisa menyerap 100 tenaga kerja. Presiden SBY senang dengan laporan ini.
Investasi di bidang properti bisa digalakkan untuk menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja dan mengurangi pengangguran yang saat ini menjadi fokus pemerintahan SBY.
"Saya tertarik yang disampaikan oleh Menpera, usaha rumah ini bisa menyumbang lapangan kerja. Untuk Rp 1 miliar, itu bisa 100 pekerja sepanjang tahun. Rp 1 triliun berarti 100 ribu (pekerja)," papar SBY dalam Rakernas Real Estate Indonesia (REI) di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (5/12/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, job creation dari Menpera. Saya tugasi Menko (Perekonomian) untuk susun (blue print). Jangan lama-lama, tentukan strategi, aksi yang cespleng (tepat) bagi industri perumahan karena dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja, ucapnya.
SBY pun menginginkan rasio pengangguran di Indonesia bisa lebih rendah dari 5%, meski pencapaian saat ini sudah lebih rendah dari negara lain. Pada beberapa negara, angka penganggurannya mencapai 25%.
"Dengan 25%, mereka saja belum lampu merah. Kita ingin tahun berikutnya, banyak penciptaan lapangan kerja. Angka bersihnya, yang bisa kita serap angkatan kerja 500.000. Harapannya bisa 700.00 sampai 1 juta per tahun. Maka penganguran turun mendekati 5%," tegasnya.
(wep/dnl)











































