Bisnis Properti Tak Lagi Terpusat di Jabodetabek

Bisnis Properti Tak Lagi Terpusat di Jabodetabek

- detikFinance
Kamis, 06 Des 2012 12:10 WIB
Bisnis Properti Tak Lagi Terpusat di Jabodetabek
Jakarta - Industri properti di Indonesia bakal terus tumbuh tahun depan, khususnya dengan pengembangan properti di daerah. Bisnis properti tak lagi terpusat di Jabodetabek.

"Target tahun ini terpenuhi, dengan pertumbuhan 17%. Realisasi hanya dari pameran waktu itu (BNI REI Expo) sudah menyumbang 10%," kata Ketua DPP Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (6/12/2012).

"Hasil dari pameran menunjukkan peningkatan yang tinggi, seperti di Kupang penjualan (pameran properti) sampai Rp 19 miliar. Sedangkan di Sumatera Barat Rp 56 miliar," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari contoh kasus di atas, Setyo mengaku pertumbuhan industri properti tidak lagi terpusat di Jabodetabek. Daerah sudah mulai bergeliat karena kemampuan masyarakatnya semakin tinggi.

"Ini (daerah) jadi kutub-kutub baru. Tinggal disinergikan dengan perbankan. Kalau memang harga (tanah) di Menteng Rp 100 juta biarkan saja. Daerah juga harganya tinggi, seperti Papua," paparnya.

Setyo menegaskan, 400 ribu unit rumah akan terbangun tahun ini. Pencapaian pembangunan rumah menggambarkan permintaan pada tingkat konsumen makin tinggi.

Setengah dari pencapaian REI tahun ini dikontribusikan dari penjualan rumah mewah dan apartemen. Kemudian 20% penjualan rumah berharga Rp 100-Rp 300 juta, lalu 20% rumah seharga Rp 300 juta-Rp 1 miliar. "Sebanyak 10% penjualan apartemen seharga di atas Rp 1 miliar," tuturnya.

"Dengan pertumbuhan yang terjadi, kami harapkan secara realistis 20% industri properti mengkontribusi dari PDB," tutupnya.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads