Pembangunan 3 rusun ini sebagai tindak lanjut atas pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang difasilitasi Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Deputi Bidang Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis Kementerian BUMN, Pandu Djajanto menjelaskan kerjasama pembangunan rusun ini merupakan kontribusi BUMN melalui dana sinergi perusahaan plat merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama Perumnas Himawan Arief menjelaskan selain membangun 2 tower rusun sederhana di Kebayoran Jakarta Utara, pihaknya bersama Hutama karya juga akan membangun 1 tower di Pondok Kopi, Jakarta Timur. Untuk setiap tower setidaknya terdiri atas 20 lantai dan terdapat 500 unit kamar.
"Satu tower 450 sampai 500 unit. 3 unit tower totalnya 1.300-1.500 unit (kamar)," tambahnya.
Selain itu, untuk 2 tower di Kebayoran akan mulai dibangun pada 20 Desember 2012 dan selesai awal 2014. Sementara itu untuk 1 tower di Pondok Kopi, akan mulai dibangun pada pertengahan 2013.
"Pondok Kopi tinggal ijin di DKI," paparnya
Nantinya, untuk setiap tower akan terdiri dari tipe 21, 30, dan 36. Namun, dominasi tipe akan dibuat untuk tipe 21. Untuk harganya sendiri, akan dibandrol mulai Rp 120 juta hingga Rp 216 juta.
"Harga mengacu Permen. Harganya normal Rp 216 juta tipe 36 dan tipe 21 120 juta," katanya.
Selain itu, Himawan menjelaskan 30% dari unit yang tersedia akan disewakan dan sisanya akan dijual.
Nanti, dana hasil sewa akan diperuntukan untuk pemeliharaan tower dan pembangunan tower baru. "Nggak semua dijual, ada disewa untuk pengelolaan 70% yang dijual," pungkasnya.
(/)










































