Perum Peruri melalui anak usahanya PT Peruri Property akan membangun menara setinggi 400 meter dengan menggandeng beberapa perusahaan kontraktor. Saat ini, proses lelang dan penjurian untuk proyek ini masih sedang berlangsung
"Kita ingin menegaskan bahwa ini adalah proses lelang terbuka, proses masih berlangsung. Belum kita putuskan siapa pemenangnya, masih ada proses yang harus kita bicarakan dengan para pemegang saham," ungkap Direktur PT Peruri Property Yazi Deswan kepada detikFinance di kantor Peruri, Blok M, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Dia mengatakan, dari sekian banyak proposal tender yang masuk, PT Peruri Property menjaring 3 kandidat kuat calon penggarap proyek yang diperkirakan akan memakan investasi senilai Rp 3-3,5 triliun ini. Penilaian dilakukan melalui 3 aspek penting.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun tiga konsorsium kontraktor yang diseleksi adalah:
Proposal pertama terdiri dari Konsorsium PT AAA Investment, Bukit Uluwatu Villa (BUV), Grage Trimitra Usaha, Casamora Jagkarsa, dan HK Realtindo sebagai co-developer
Proposal kedua adalah sinergi dari PT Wijaya Karya dan PT Benhil Property
Proposal ketiga ialah PT PP dan PT Trivo Orion Nugraha.
Diperkirakan, pembangunan proyek di atas lahan seluas 5,4 hektar ini akan memakan waktu hingga 3 sampai 5 tahun, tergantung dari desain yang dibuat. Ditargetkan, pembangunan ini akan dilakukan pada kuartal III-2013.
"Kita masih harus berdiskusi dengan pemegang saham, harus kita putuskan siapa pemenangnya, dan ada perizinan mendirikan bangunan. Kalau kita nyebutnya triwulan 3 tahun 2013," tegasnya.
Dia melanjutkan, ini adalah debut pertama PT Peruri Property yang baru dibentuk sejak 10 April 2012.
"Kita diamanatkan untuk mengoptimalkan lahan, aset. Dan ini adalah amanat dari Kementerian BUMN juga," pungkasnya.
(zlf/dnl)











































