Djan Faridz Minta BUMN Ikut Bangun Rumah Murah Rp 25 Juta

Djan Faridz Minta BUMN Ikut Bangun Rumah Murah Rp 25 Juta

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 04 Jan 2013 17:51 WIB
Djan Faridz Minta BUMN Ikut Bangun Rumah Murah Rp 25 Juta
Foto: Zulfi-detikFinance
Jakarta - Kementerian Perumahan Rakyat terus menggenjot pembangunan rumah murah Rp 25 juta. Pemerintah berupaya memberi penugasan pada BUMN untuk ikut membantu membangun rumah murah.

"Nanti kita minta BUMN, (misalnya) Adhi Karya, untuk bangun rumah tipe itu, kita undang dulu mereka. Mereka juga kan menganggap marjin itu juga kecil, tapi kalau penugasan, mereka mesti kerja," ungkap Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (4/1/2013).

Dia mengatakan, pengembang yang berniat untuk membangun rumah ini tak bisa mengharapkan untung yang besar. Seperti contoh Perum Perumnas. Menurut Djan, Perumnas lebih memilih untuk membangun rusunami karena marjin yang lebih menguntungkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perumnas bukan nggak sanggup, mereka sanggup cuma mereka melihat rumah MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) ini kurang manis dari segi keuntungan. Dia inginnya rusunami," katanya.

Secara terpisah, Direktur Produksi Perum Perumnas Akmal Kusmantoro menjelaskan, pihaknya cenderung untuk membangun rumah dengan patokan harga Rp 1 juta/meter persegi, hanya untuk bangunannya saja.

"Kalau usaha kan jadi susah kalau Rp 25 juta. Saya pengembang untuk bangun rumah itu katakanlah Rp 1 juta per meter. Bangunannya saja, belum termasuk tanah, listrik dan lain-lain," ungkap Akmal.

Hingga tahun ini, pemerintah menargetkan dapat membangun rumah murah seharga Rp 25 juta sebanyak 15 ribu unit di beberapa wilayah di Indonesia. Yang sudah dapat dipastikan ialah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 10 ribu unit dan kawasan waduk Jatigede sebanyak 800 unit.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads