Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam konferensi pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (10/1/2013).
"KPR per posisi November 2012 mencapai Rp 226 triliun. Tumbuh 23,1%. Aturan LTV tidak berpengaruh ke tipe rumah 70 m2 ke bawah, KPR masih tetap tumbuh," ungkap Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejalan dengan meningkatnya investasi, kredit investasi tumbuh cukup tinggi, sebesar 29,8% (yoy) dan kredit modal kerja tumbuh 26,1% (yoy) sehingga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian nasional," paparnya.
Sementara itu, sambung Darmin, kredit konsumsi tumbuh 12,1% (yoy) antara lain terkait dengan penerapan kebijakan pengaturan besaran rasio LTV (loan to value) dan minimum uang muka, untuk menjaga pertumbuhan kredit yang sehat di sektor konsumtif.
"Sejalan dengan prospek perekonomian mendatang, stabilitas sistem keuangan akan tetap terjaga dengan fungsi intermediasi perbankan yang akan meningkat," tutup Darmin.
(dru/dru)











































