Anggota Komisi V DPR-RI, Sadarestuwati mengatakan tak puas dengan kinerja Djan Faridz. Saking geramnya, ia mengatakan kementerian di bawah Djan Faridz itu telah melecehkan DPR.
"Kita dilecehkan oleh Kemenpera," tegasnya saat melakukan rapat kerja dengan Kementerian Perumahan Rakyat di Gedung DPR-RI, Selasa (15/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang di Jombang kata bapak sudah ada 2.000, tapi kenyataannya baru 300," ungkap Wanita yang akrab dipanggil Estu ini kepada Djan Faridz.
Hal terbalik justru terjadi di Madiun, sebelumnya ia mengusulkan kepada Kemenpera untuk membangun rumah sejumlah ratusan unit, namun yang dikerjakan oleh Kemenpera malah ribuan unit rumah. Estu menilai ada permainan antara Kemenpera dengan pemerintah daerah setempat.
"Begitu juga dengan kabupaten lainnya, saya ada kecurigaan ada permainan dengan kepala daerah dengan Kemenpera. Ini mengakibatkan, usulan langsung dari masyarakat di abaikan, saya mencurugai ada sesuatu," tegas anggota DPR dari fraksi PDI-P ini.
"Saya awalnya mendukung program Kemenpera ini. Kalau omongan anggota DPR sudah tak dipakai lagi, sampaikan saja disini. Jangan kemudian kita dipermainkan seperti ini," ucapnya bernada geram.
Sontak pernyataan bernada tinggi yang dilontarkan Estu ini sedikit membuat tegang suasana rapat di Komisi V DPR-RI.
(zlf/hen)











































