Saham perusahaan elektronik raksasa asal Jepang yaitu Sony langsung melonjak 12,2% hari ini, setelah perusahaan tersebut memutuskan untuk menjual kantornya di Manhattan, AS senilai US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 10,4 triliun untuk restrukturisasi bisnis.
Gedung pencakar langit tersebut dijual Sony untuk menutup kerugian yang dialaminya dalam 4 tahun terakhir. Diharapkan proses penjualan bisa selesai pada Maret 2013.
Pada Juni 2012 lalu, perusahaan ini mengalami masa-masa sulit karena harga sahamnya turun di bawah 1.000 yen per lembar. Ini yang pertama kalinya sejak era 'Walkman'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produsen Playstation ini berencana untuk menyeimbangkan keuangannya dan akan melakukan investasi dengan sangat hati-hati, serta menjual aset dan memperkuat pengelolaan modal.
Dari penjualan pencakar langit ini, Sony bisa mendapatkan uang segar US$ 770 juta setelah membayar utang-utang dan biaya transaksi.
Gedung ini ditempati oleh 1.500 karyawan Sony dan merupakan salah satu simbol di New York. Gedung ini dibangun 1984 dan dijual ke Sony pada 1992 seharga US$ 236 juta.
Tahun lalu, Sony mengalami kerugian 456,66 miliar yen. Ini membuat Sony terpaksa menjual divisi kimianya, dan berinvestasi 50 miliar yen untuk membeli Olympus. (dnl/ang)











































