"Pasar properti di Indonesia luar biasa karena Indonesia butuh rumah lebih dari 2 juta karena setiap tahun kebutuhan bertambah dan penduduknya bertambah. Kita developer tidak mampu untuk memenuhi semuanya. Kalau penduduk selalu bertambah bahaya tapi kalau tempat tinggal memang kebutuhan," kata Nanda usai acara paparan publik perseroan, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (22/1/2013).
Dia menyebutkan, pertumbuhan kebutuhan tempat tinggal tersebut diperkirakan mencapai 5-10 persen setiap tahunnya. "Untuk kebutuhan tempat tinggal selalu bertambah. 5-10 persen bertambah kebutuhannya," kata dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tanah kan harganya tidak naik-turun artinya cenderung tetap, bisa naik tapi jarang turun, jadi ya aman," kata dia.
(dru/dru)











































