90% Daerah Resapan Air di DKI Sudah Jadi Perumahan & Gedung Perkantoran

90% Daerah Resapan Air di DKI Sudah Jadi Perumahan & Gedung Perkantoran

Rista Rama Dhany - detikFinance
Minggu, 27 Jan 2013 16:57 WIB
90% Daerah Resapan Air di DKI Sudah Jadi Perumahan & Gedung Perkantoran
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Jokowi akan mewajibkan para pengembang di Jakarta membuat sumur resapan. Rencana ini mendapat respons dari pengembang properti.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo wilayah DKI Jakarta sejak dahulu merupakan daerah resapan air dan tentunya rawan banjir.

"Jakarta itu memang daerah resapan air, dan tentunya sebagai daerah resapan ya tentunya rawan banjir," kata Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo ketika dihubungi detikFinance, Minggu (27/1/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan faktanya, sebagai daerah resapan, 90% wilayah resapan air DKI Jakarta sudah berubah menjadi perumahan dan gedung perkantoran.

"Tapi faktanya saat ini 90% daerah resapan tidak lagi jadi daerah resapan tapi berubah jadi perumahan dan perkantoran, ya akibatnya air tidak meresap, saluran air kecil, hujan deras dan ditambah banjir kiriman, banjir lah Jakarta," ungkap Eddy.

Hal ini terjadi karena ketidaktegasan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan. "Ya ini karena Pemda DKI Jakarta yang tidak tegas dalam menegakkan aturan khususnya dalam mengeluarkan izin bangunan," katanya.

"Bagi kami pengusaha, ya berusaha bagaimana caranya agar izin bisa keluar, kalau Pemdanya tegas ya izin nggak akan keluar, kalau sudah daerah resapan ya sudah tidak boleh ada bangunan apapun disana, tapi kenyataanya sebaliknya," tandas Eddy.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads