Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Eddy Ganefo wilayah DKI Jakarta sejak dahulu merupakan daerah resapan air dan tentunya rawan banjir.
"Jakarta itu memang daerah resapan air, dan tentunya sebagai daerah resapan ya tentunya rawan banjir," kata Ketua Umum Apersi Eddy Ganefo ketika dihubungi detikFinance, Minggu (27/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi faktanya saat ini 90% daerah resapan tidak lagi jadi daerah resapan tapi berubah jadi perumahan dan perkantoran, ya akibatnya air tidak meresap, saluran air kecil, hujan deras dan ditambah banjir kiriman, banjir lah Jakarta," ungkap Eddy.
Hal ini terjadi karena ketidaktegasan Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam mengeluarkan izin mendirikan bangunan. "Ya ini karena Pemda DKI Jakarta yang tidak tegas dalam menegakkan aturan khususnya dalam mengeluarkan izin bangunan," katanya.
"Bagi kami pengusaha, ya berusaha bagaimana caranya agar izin bisa keluar, kalau Pemdanya tegas ya izin nggak akan keluar, kalau sudah daerah resapan ya sudah tidak boleh ada bangunan apapun disana, tapi kenyataanya sebaliknya," tandas Eddy.
(rrd/hen)











































