Apersi: 2013 Bisa Jadi Tahun Perumahan Indonesia

Apersi: 2013 Bisa Jadi Tahun Perumahan Indonesia

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Sabtu, 02 Feb 2013 13:23 WIB
Apersi: 2013 Bisa Jadi Tahun Perumahan Indonesia
Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Edi Ganefo mengatakan, tahun 2013 merupakan tahun balas dendam dan tahun 2014 merupakan tahun antisipasi. Dia menginginkan, tahun 2013 ini bisa menjadi tahun perumahan Indonesia.

"Karena tahun kemarin tahun hancur-hancuran jadi 2013 tahun balas dendam dan 2014 tahun antisipasi sehingga harus kejar sebanyak-banyaknya KPR. Kita bekerja harus di atas standar artinya tidak ada lagi wawancara atau akad KPR yang ditunda-tunda yang dibatasi jumlahnya supaya bisa kita kejar 2013 ini menjadi tahun perumahan Indonesia," kata Edi saat konferensi persnya di acara BTN Property Expo, di JCC, Senayan, Sabtu (2/2/2013).

Menurut Edi, tahun 2014 merupakan tahun antisipasi karena tahun depan merupakan tahun pemilu DPR dan pemilu Presiden. "Tahun depan kan kita tahu tahun pemilu DPR dan pemilu presiden, kita belum tahu ke depan. Makanya kita jual dan kita produksi sebanyak-banyaknya tahun ini sehingga kalau tahun 2014 properti enggak bagus, kita sudah antisipasi," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Edi menyebutkan, tidak akan ada kenaikan harga rumah subsidi karena harga sudah ditetapkan pemerintah.

"Untuk rumah subsidi harganya Rp 88-145 juta tergantung dari daerahnya. Harga rumah komersil naik 5-10% karena ada wacana kenaikan TTL dan Π’Π’Πœ. Mudah-mudahan kenaikannya tidak mengangetkan Kalau acara ini berhasil, kita minta diadakan satu tahun 2 kali. Ini akan mempercepat penjulan dan target kita," kata Edi.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads