RI Kekurangan Pasokan 13,6 Juta Rumah, Presiden Harus Turun Tangan

RI Kekurangan Pasokan 13,6 Juta Rumah, Presiden Harus Turun Tangan

- detikFinance
Kamis, 14 Feb 2013 15:01 WIB
RI Kekurangan Pasokan 13,6 Juta Rumah, Presiden Harus Turun Tangan
Jakarta -

Hingga saat ini setidaknya Indonesia kekurangan pasokan rumah (backlog) hingga 13,6 juta unit. Permasalahan ini menjadi tanggung jawab Presiden SBY sebagai kepala pemerintahan.

Hal tersebut dikatakan oleh Pakar Hukum Properti Erwin Kallo di sela-sela acara Debat Properti Terbuka di Bina Karna, Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto , Jakarta, Kamis (14/2/2013).

"Presiden (yang bertanggung jawab). Mana bisa Menpera (Menteri Perumahan Rakyat) menyelesaikan backlog. Ini tanggung jawab Presiden," tegas Erwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia beralasan, masalah perumahan ini sudah merupakan masalah lintas sektoral, yang melibatkan beberapa beberapa Kementerian dan Lembaga lain. Tak hanya Kementerian Perumahan Rakyat saja.

"Infrastrukturnya kan PU (Pekerjaan Umum), tanahnya BPN (Badan Pertanahan Nasional), uangnya di Menkeu (Menteri Keuangan)," katanya.

Menurutnya, Menteri Perumajan Rakyat akan mengalami banyak kesulitan jika harus mengerjakannya sendiri. "Kalau Menpera cuap cuap sendiri nggak di-backup ini mana bisa jalan. Kalau lintas sektoral," tegas Erwin.

Ia mengatakan, Presiden harus segera turun tangan untuk mengatasi backlog 3,6 juta kepala keluarga tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengambil kebijakan baru.

"Koordinasikan, bikin kebijakan. Ini dari 9 tahun lalu diam saja. Yang penting ada itikad baik, ini tanggung jawabnya Presiden," tutupnya seraya mengulang.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads