Berdasarkan Survei Perkembangan Properti Komersial Bank Indonesia (BI) akhir tahun lalu (triwulan IV-2012) terjadi tambahan pasokan apartemen di tiga wilayah tersebut sebanyak 3.806 unit. Pasokan itu berasal dari 8 proyek apartemen yang akan beroperasi triwulan I-2013.
"Antusias pengembang terhadap perkembangan kondominium/apartemen jual di Jadebek cukup baik, hal ini terlihat dari pesatnya jumlah proyek yang akan memasuki pasar pada tahun 2013. yakni sebanyak 95 proyek (apartemen), dimana 86 diantaranya berlokasi di wilayah non-CBD," jelas survei BI dikutip Minggu (17/2/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjualan pada triwulan IV didominasi oleh apartemen kelas middle dengan tingkat penjualan 98%," jelas survei tersebut.
Dari survei itu menunjukan para pembeli apartemen kelas menengah umumnya para keluarga baru. Apartemen tipe kecil seperti studio ukuran 26 meter persegi dan tipe dua kamar tidur atau tipe 36 meter persegi banyak digemari konsumen.
Survei itu mencatat secara keseluruhan permintaan terhadap apartemen sewa maupun jual di wilayah Jabodebek cukup besar. Selama 2010-2012 masih terdapat kelebihan permintaan dibandingkan peningkatan pasokan. Khusus untuk apartemen jual pada tahun lalu terdapat kelebihan pasokan yang tidak terserap oleh pasar sebanyak 810 unit.
Survei ini merupakan analisa triwulanan properti yang dilaksanakan sejak triwulan I-1996. Sejak triwulan I-2006, jumlah responden ditambah menjadi sekitar 745 perusahaan properti di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi dan Banten (Tangerang, Serang dan Cilegon) dan 50 perusahaan di wilayah Bandung.
Analisa itu mencakup 5 jenis properti komersial yaitu pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, apartemen dan lahan industri. Pengumpulan data dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing) dengan menghubungi responden secara langsung atau melalui telepon.
(hen/hen)











































