Hunian Vertikal 'Harga Mati' di Jakarta

Hunian Vertikal 'Harga Mati' di Jakarta

- detikFinance
Selasa, 19 Feb 2013 14:53 WIB
Hunian Vertikal Harga Mati di Jakarta
Jakarta - Wilayah ibukota DKI Jakarta yang semakin padat tak mungkin lagi dikembangkan hunian properti landed house atau rumah tapak. Properti di Jakarta berkembang pada hunian vertikal seperti apartemen.

Komisaris Utama PT Pardika Wisthi Sarana Emil Arifin, pengembang Woodland Park Residence mengatakan untuk masyarakat yang ingin tinggal di pusat kota, seperti Jakarta, maka Apartemen adalah pilihan yang tepat.

"Mau tidak mau, suka tidak suka itu properti akan tumbuh ke atas bukan cari yang lebar dan luas lagi," ungkap Emil saat media briefing di kantor marketing Woodland Park Residence, Kalibata, Selasa (19/2/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, kepadatan kota sulit akan terkurangi. Inipun akan berdampak terhadap kebutuhan properti. Idealnya, lanjut Emil kebutuhan menampung masyarakat Jakarta adalah sebesar 800 ribu unit rumah. Sementara saat ini hanya baru mencapai 300 ribu unit.

"800 ribu unit kebutuhan residen di Jakarta dan sekarang baru hanya terpenuhi 300 ribu unit," terangnya.

Hal tersebut juga menandakan, pasar properti di ibukota terus akan meningkat. Apalagi mengingat kondisi makro ekonomi yang ikut dengan tren positif. Pembangunan apartemen, menurut Emil juga akan membawa keuntungan bagi para petani di daerah. Sebab, lahan yang dibutuhkan tidak akan terlalu besar.

"Karena gimana pertanian, perikanan terus belum lagi kuburan, kan susah nanti tinggal di Jakarta," pungkasnya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads