Sementara di negara lain, menurutnya rumah untuk MBR hanya diurusi pemerintah, sedangkan pelaku swasta lebih fokus pada segmen pasar komersial.
"Kalau di negara lain, diambil alih oleh pemerintah sepenuhnya. Cuma di Indonesia ini swasta yang berpartisipasi untuk membangun hunian rumah murah," ungkap Hidayat dalam sambutannya pada Peresmian 100 ribu unit RST, di Perumahan Nuansa Griya Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Rabu (13/3/2013
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah ingin dilanjutkan pembangunan ke luar pulau Jawa, itu kenapa peringatan REI dilakukan di Solok," papar Hidayat yang juga pemilik PT Mitra Selaras Hutama (MSH) Grup pengelola gedung Graha Niaga.
Hidayat menyatakan keterlibatan swasta juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di posisi ke-2 setelah China di Asia. Apalagi dengan catatan prestasi peningkatan kelas menengah yang mencapai 120 juta orang.
"Sektor industri sejak saya menjabat sebagai menteri itu pertumbuhannya paling pesat dibanding sektor lain. Pertumbuhannya 6,9% tahun 2012, itu akibat membaiknya pembangunan dan dari perumahan juga," pungkasnya.
(hen/hen)











































