Direktur Bank Tabungan Negara (BTN) Mansyur Syamsuri Nasution mengatakan, BTN terus berupaya untuk bisa menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk sektor informal. Hal itu didorong untuk bisa membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar bisa memiliki rumah.
"BTN mendukung adanya pembiayaan properti di sektor informal. Ini untuk mendorong MBR bisa punya rumah," kata dia dalam diskusi Menggagas Penyaluran KPR Sektor Informal, di Hotel Ambhara, Jakarta, Selasa (26/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pola bebas dan terkontrol. Untuk FLPP tidak dibatasi baik untuk fix income maupun non fix income. Yang penting kami harus yakin calon debitur mampu melunasi utangnya. Informal dan formal sama saja," terangnya.
Sementara itu, untuk antisipasi kemudahan pembayaran, Mansyur mengatakan, BTN akan membuat kelompok informal sebanyak 10 orang. "Tapi yang tanggung jawab itu satu orang, dengan sistem collection. Misalkan kumpulan tukang ojek atau angkot membentuk komunitas 10 orang untuk lebih mudah menagih cicilan," paparnya.
Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat Sri Hartoyo mengungkapkan, saat ini potensi KPR untuk sektor informal sangat tinggi walaupun pada tahun 2011 penyaluran KPR untuk sektor itu masih minim di bawah 5%.
"Ini potensinya sangat besar karena masih banyak MBR belum memiliki rumah sendiri. Selama ini porsi KPR pembiayaannya 70 persen pemerintah 30 bank penyalur KPR. Nanti akan ditingkatkan 80:20 pemerintah dan bank agar bunganya tetap rendah 7,25%," jelasnya.
(dru/dru)











































