PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan lonjakan pemasaran properti alias marketing sales sebesar 3,4 kali atau setara 214% mencapai Rp 2,6 triliun di triwulan I-2013, dibandingkan periode yang sama 2012 yakni Rp 828,4 miliar.
Lonjakan tersebut didorong oleh penjualan kavling tanah (Land Plots) yang tumbuh 7,31 kali lipat atau 631% menjadi Rp 1,99 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 271 miliar.
Kuatnya penjualan tanah pada triwulan I-2013 ini menempatkan segmen ini sebagai kontributor terbesar marketing sales Perseroan dengan 77% dari total marketing sales Rp 2,6 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”BSDE berhasil menjual lahan seluas total 66 ha atau senilai Rp 1,70 triliun kepada dua perusahaan Joint Venture tersebut. Bahkan, anak perusahaan antara BSDE dan Hongkong Land akan menambah lagi pembelian lahan seluas 10 ha untuk mengenapkan pembelian lahan sampai 68 ha pada tahun ini,” tambahnya.
Atas pencapaian tersebut, BSDE selaku emiten properti dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia telah mengamankan 37% dari target marketing sales 2013 sebesar Rp 7 triliun pada kuartal pertama 2013.
Segmen residensial yang selama ini menjadi kontributor utama penjualan pada kuartal I 2013 tumbuh stabil di kisaran 21% atau mencapai Rp 516 miliar dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun 2012 yakni Rp 428 miliar.
Segmen ini berkontribusi 20% terhadap total penjualan Perseroan. Selain itu, segmen Rumah Toko (Shophouse) membukukan pertumbuhan 11% atau sebesar Rp 93,75 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp 84,25 miliar.
“Segmen residensial masih menjadi kontributor utama pendapatan kami. Penjualan lahan kepada mitra strategis merupakan bagian dari strategi kami untuk mengakselerasi pengembangan kota mandiri BSD City. Dengan masuknya proyek dan mitra strategis dengan reputasi internasional serta semakin terbukanya akses jalan tol akan mendorong penjualan properti di BSD City,” katanya.
Berdasarkan portopel proyek, BSD City pada kuartal I-2013 menjadi kontributor utama penjualan dengan 85% atau setara Rp 2,21 triliun terhadap total penjualan Perseroan. Kontributor penjualan terbesar kedua dibukukan oleh Kota Wisata Cibubur sebesar 7% atau Rp 181,90 miliar kemudian Grand Wisata Bekasi 4% atau Rp 103,94 miliar.
(ang/hen)











































