Angka Keramat 4 & 13 Lebih 'Ditakuti' daripada Tusuk Sate

Mitos dalam Bisnis Properti

Angka Keramat 4 & 13 Lebih 'Ditakuti' daripada Tusuk Sate

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 12 Apr 2013 13:49 WIB
Angka Keramat 4 & 13 Lebih Ditakuti daripada Tusuk Sate
Jakarta - Angka keramat seperti 4 dan 13 masih diyakini oleh sebagian orang sebagai angka yang tidak baik untuk properti. Bahkan pengembang properti hingga konsumen lebih memperhatikan angka keramat daripada mitos properti lainnya seperti lokasi tusuk sate yang dianggap juga negatif.

Misalnya apartemen milik/kondotel The Bellevue Radio Dalam, Jakarta Selatan yang dikembangkan oleh PT Gapuraprima berlokasi di tusuk sate namun tetap diburu konsumen. Namun untuk urusan angka keramat, pihak pengembang lebih peka terhadap konsumen, hasilnya angka-angka keramat seperti 4 dan 13 di proyek tersebut dihindari.

Antaralain pada apartemen ini tidak disertai angka 4 di dalam lift-nya. Alasannya, angka 4 diyakini sebagai angka keramat yang dipercayai oleh sebagian orang sebagai angka yang tidak baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Marketing PT Buana Usaha Nusantara selaku tim marketing The Bellevue Radio Dalam, Reni Sansan mengungkapkan pihaknya sengaja tidak menggunakan angka 4 karena dianggap angka tersebut tidak ‘hoki’ oleh sebagian masyarakat keturunan.

"Kita juga nggak pakai angka 4 itu, semua properti nggak pakai. Kita loncat saja pakai angka 3A. Ya itu mitos juga karena itu kan kebudayaan Chinese jadi kalau angka 4 itu nggak bagus. Ke penjualan pengaruh makanya kita nggak pakai. Kalau ada orang yang nggak percaya terhadap angka itu ya its oke, ada juga orang yang percaya,” kata Reni saat berbincang bersama detikFinance, di kantornya, di Radio Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2013).

Menurutnya dari sisi penjual, pihaknya lebih memilih untuk mengikuti pasar yang ada. Artinya, jika memang ada masyarakat yang percaya dan meyakini soal angka keramat maka tidak ada salahnya menghilangkan angka 4 dan 13, dengan menggantinya dengan yang lain.

“Kalau saya dari sisi penjual ada yang percaya dan ada yang nggak, lebih baik saya nggak mau ambil risiko, lebih baik saya nggak pakai angka itu dong. Saya kan ngeliat dari sisi penjual, sementara angka itu dipercaya, untuk aman ya mending nggak pakai. Umumnya itu tusuk sate dan angka itu yang sudah standar di properti nggak pakai seperti itu," paparnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads