Pengalaman Pengembang BSD Menghadapi Lokasi Tusuk Sate

Mitos dalam Bisnis Properti

Pengalaman Pengembang BSD Menghadapi Lokasi Tusuk Sate

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Jumat, 12 Apr 2013 14:02 WIB
Pengalaman Pengembang BSD Menghadapi Lokasi Tusuk Sate
Jakarta - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSD) sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Jabodetabek punya pengalaman dan strategi soal mitos lokasi tusuk sate di setiap proyek-proyek perseroan.

Sebagian orang berpendapat lokasi tusuk sate dianggap sebagai lokasi ‘terlarang’ untuk membangunan properti. Namun kenyataanya di lapangan, lokasi tusuk sate tidak berpengaruh terhadap permintaan pasar.

"Tidak begitu kesulitan untuk penjualan. Kita serahkan semuanya ke pasar," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSD Hermawan Widjaja saat dihubungi detikFinance, di Jakarta, Jumat (12/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, setiap pengembang ketika melakukan pembangunan sebuah proyek sudah pasti telah mempertimbangkan segala aspek termasuk lokasi seperti tusuk sate.

"Setiap pembangunan kan harus ada FS (feasibility study) terlebih dahulu termasuk lokasi dan layout. Kita lakukan se-efektif mungkin. Memang ada lokasi-lokasi tertentu yang sensitif, ya kita antisipasi dengan melihat kaidah-kaidah umum,” katanya.

Saat ini, pembangunan properti di lokasi tusuk sate masih dipercaya sebagai lokasi keramat yang harus dihindari pengembang maupun konsumen karena diyakini akan berdampak ‘buruk’ terhadap keberlangsungan usaha properti tersebut.

“Kita ikuti market saja sejauh tidak merugikan. Kita usahakan menghindari itu, tapi ya kita juga ada beberapa bangunan yang lokasinya di tusuk sate tapi nggak banyak,” cetusnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads