Hal ini ditegaskan oleh Direktur Cushman & Wakefield Indonesia, Nonny Subeno di kantor Gedung Bursa Efek Indonesia II Jakarta, Selasa (16/4/2013).
"Sudah banyak seperti Jalan MT Haryono, terutama Bekasi di pinggir (Pengembangan monorel). Seperti Wika, ada monorel, mereka sudah siap. Mereka mau bangun jadi developer berlomba-lomba membangun properti di area monorel," tutur Nonny Subeno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua yang dijadikan pemberhentian berpengaruh. Pemberitaan ada di mal. Itu karena akses makin bagus dan lebih disukai orang. Rumah interesting sekali," tambahnya.
Di tempat yang sama, Executive Director Cushman & Wakefield Indonesia Handa Sulaiman menunturkan, area atau lokasi yang paling berpengaruh ada di sekitar stasiun pemberangkatan MRT dan monorel. Namun para pengembang tidak mau mengambil risiko terlalu tinggi dengan memborong lahan di area jalur monorel dan MRT karena harga bisa sangat tinggi.
"Dampaknya paling keterbatasan supply. Dampaknya akan terasa di dekat stasiun," pungkasnya.
Seperti diketahui, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bersama konsorsium BUMN akan membangun monorel Jabodetabek rute Bekasi Timur-Cawang, Cibubur-Cawang, Cawang-Bekasi Timur. Sementara PT Jakarta Monorail akan mengembangkan monorel di dalam kota. Untuk MRT, PT MRT Jakarta, dalam waktu dekat siap menunjuk pemenang tender pengembangan MRT tahap I, yakni rute Lebak Bulus-Bundaran HI.
(feb/hen)











































